Arsip untuk Juli, 2008|Halaman arsip bulanan
Binatang Aneh
Ada yang tau tidak, ini namanya serangga apa? Jumat lalu, beliau mampir di kantor, gak tau mau ngurus apa. Yang jelas, sempat menarik perhatian. Saya pikir, tadinya serangga mutan.
Yang jelas ini termasuk kategori insecta lah… Bentuknya lucu dan sempat bikin geger kantorku. Mau tau geger kenapa? Semua tertawa waktu saya bilang: “Apa na makan ini di’? Badannya kecilnya, ndak mungkin mami bisa masuk makanan itu!”
Ciri-ciri umumnya kira-kira begini: Kepalanya hampir mirip, malah sama dengan belalang yang umumnya hijau itu. Punya antene dua biji di kepalanya, Kaki enam biji, bersegmen, punya badan (atau ekor) di bagian
belakang. Kloaka di ujung ekor itu warna coklat tua. Secara umum warnaya coklat kekuning-kuningan. Diameter badannya kayaknya tidak sampai 0,1 cm. Bayangkan coba, bisa makan apa dia?
Binatangnya baik, bisa diajak ngobrol. Walaupun dalam bahasa binatang versi bugis Palopo. Ayo, kalau ada yang tau namanya, comment di bawah aja ya! Soalnya, dia ndak sempat nyebut nama…
Nih fotonya Baca selebihnya »
Dari Pensi Sanggar Opu Dg Risadju
Wanua mappatuo naewai alena! Teriak seorang kallolo memecah keheningan setelah beberapa saat dentuman irama gendang khas Luwu jeda berbunyi. Di belakang kallolo tadi, seorang membawa payung besar, menuju pintu utama. Kelewang si kallolo dihunus, dan seorang telah berada dibawah payung besar tadi. Sebuah penghormatan tinggi terhadap orang itu, yang ternyata Kadis Parsenibud Palopo, AS Kaddiraja.
Begitulah prosesi ma’duppa, menandai pentas seni Sanggar Opu Daeng Risaju, bakal dimulai malam itu, Sabtu 19/07/08 di MCH. Prosesi ma’duppa selanjutnya dilanjutkan dengan tarian pa’duppa oleh beberapa ana’ dara. Untuk orang awam, seperti saya, tarian ini hampir sama dengan tari-tarian bosara waktu acara perpisahan sekolah. Agak membosankan.
Lagu ’rame-rame’ yang ke Maluku-malukuan, entah mengapa bisa nyelip di acara ini. Mungkin sebagai starting point yang bertujuan membangun semangat penonton. Duetnya tampaknya tidak begitu balance, si cowok lebih dominan daripada si cewek. Namun, cukup menarik juga menurut saya. Aransemennya spektakuler!
Lain tari pa’duppa yang membosankan di awal tadi, lain pula tarian bunga ri tana arung. Malam itu tiga ana’ dara mengenakan baju bodo merah mementaskannya dengan baik sekali. Baca selebihnya »
Akar Orang Benar Tidak Goyah
Siapa menyukai didikan, menyukai pengetahuan, tetapi siapa membenci teguran adalah bodoh.
Orang baik menerima kebaikan Allah, tetapi Ia mengutuk kejahatan yang licik.
Seseorang tidak akan tetap tegak dengan kejahatan, tetapi akar orang benar tidak dapat goyah.
Istri yang baik adalah mahkota suaminya, tetapi yang mempermalukan seperti borok bagi tulangnya.
Rancangan orang benar adil, tetapi nasihat orang fasik penuh tipu daya.
Kata-kata orang fasik haus darah, tetapi mulut orang yang lurus hati menyelamatkan.
Orang fasik dirubuhkan dan tidak ada lagi, tetapi rumah orang benar akan berdiri teguh.
Orang akan dipuji sesuai dengan akal budinya, tetapi orang yang bengkok hati akan dihina.
Lebih baik dianggap enteng tetapi mempunyai hamba, daripada orang yang meninggikan diri tetapi kekurangan makanan.
Orang benar memahami kebutuhan hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik pun bengis.
Siapa menggarap tanahnya akan berlebihan makanan, tetapi siapa mengejar hal yang sia-sia kurang berakal budi.
Orang fasik menginginkan barang rampasan orang jahat, tetapi akar orang benar tumbuh subur.
Orang jahat terjerat oleh pelanggaran bibirnya, tetapi orang benar akan terlepas dari kesesakan.
Mutiara Hikmah Nabi Sulaiman
Kuman= Kudis + Kurap + Kutil
Ini dari khutbah Jumat di Masjid At Tarbiyah, MAN Palopo. Khatibnya H. Yahya Hamid, ustad idola saya. Alasannya, bahan ceramahnya tidak basi, dan selalu variatif. Contohnya saja tentang tiga penyakit manusia ini, Kudis, Kurap dan Kutil! Lucu kan membahas penyakit kulit di masjid, apalagi dalam khutbah Jumat…
Menurut ustad H. Yahya, kudis berarti kurang disiplin. Harus diakui memang, sholat kadang lelet (apalagi subuh), baca Al Quran gak rutin, zakat kelupaan, apalagi haji, hehehe… Jadi solusinya, ya disiplin!
Yang kedua, kurap berarti kurang rapi. Shalat berjamaah, pilihnya jauh-jauhan, shafnya gak lurus dan bajunya acak-acakan (padahal mau menghadap Allah SWT). Ingat, kebaikan yang tidak terstruktur akan mudah dikalahkan oleh keburukan yang tertata rapi! Jadi solusinya, rapilah!
Dan yang ketiga, kutil berarti kurang teliti. Konon kita memang orang-orang yang tidak teliti. Alhasil, pelajaran matematika dan fisika kita kebobolan. Padahal, Allah SWT menjanjikan derajat yang lebih bagi orang-orang yang berilmu, termasuk yang teliti, bukan? Jadi solusinya, jadilah orang yang teliti
Sumber ketiga penyakit ini, Kudis-Kurap-Kutil, bisajadi karena kuman, kurang iman! Jadi, menurut Ust. H. Yahya Hamid, baguskan iman kita! Insya Allah pak Haji…
Tanggapan (1)
Tinggalkan sebuah Komentar
Tanggapan (4)





