Arsip untuk Juli 20th, 2008|Halaman arsip harian
Dari Pensi Sanggar Opu Dg Risadju
Wanua mappatuo naewai alena! Teriak seorang kallolo memecah keheningan setelah beberapa saat dentuman irama gendang khas Luwu jeda berbunyi. Di belakang kallolo tadi, seorang membawa payung besar, menuju pintu utama. Kelewang si kallolo dihunus, dan seorang telah berada dibawah payung besar tadi. Sebuah penghormatan tinggi terhadap orang itu, yang ternyata Kadis Parsenibud Palopo, AS Kaddiraja.
Begitulah prosesi ma’duppa, menandai pentas seni Sanggar Opu Daeng Risaju, bakal dimulai malam itu, Sabtu 19/07/08 di MCH. Prosesi ma’duppa selanjutnya dilanjutkan dengan tarian pa’duppa oleh beberapa ana’ dara. Untuk orang awam, seperti saya, tarian ini hampir sama dengan tari-tarian bosara waktu acara perpisahan sekolah. Agak membosankan.
Lagu ’rame-rame’ yang ke Maluku-malukuan, entah mengapa bisa nyelip di acara ini. Mungkin sebagai starting point yang bertujuan membangun semangat penonton. Duetnya tampaknya tidak begitu balance, si cowok lebih dominan daripada si cewek. Namun, cukup menarik juga menurut saya. Aransemennya spektakuler!
Lain tari pa’duppa yang membosankan di awal tadi, lain pula tarian bunga ri tana arung. Malam itu tiga ana’ dara mengenakan baju bodo merah mementaskannya dengan baik sekali. Baca selebihnya »
Komentar (4)



