Banjir di Palopo
Ini kali pertama saya lihat di Palopo, banjir bandang yang menerjang ribuan rumah. Beberapa rumah di bilangan Latuppa dikabarkan terbawa arus. Jalanan poros pusat kota-kawasan wisata Latuppa tertutup. Di daerah pusat kota sendiri, rumah-rumah yang berada di sepanjang sungai Jembatan Putih, Jembatan Bolong dan Jembatan Amasangan tertutupi lumpur. Fasilitas umum seperti Jembatan Putih rusak (nyaris ambruk), SD Surutanga, Kompleks Perguruan Muhammadiyah di bilangan Ahmad Dahlan dan beberapa sekolah dasar laninnya hingga saat ini masih mengalami gangguan proses pembelajaran.
Kemarin, pak Gubernur sudah meninjau lokasi banjir. Pemerintah Kota Palopo dinilai cukup tanggap menangani bencana ini. Komandan Kodim selaku ketua penanggulangan bencana banjir Palopo menargetkan dalam 10 hari pasca banjir, Palopo bakal normal lagi. Hingga kini, capaian target tersebut mulai nampak. Bantuan materi dianggap memadai, namun yang paling penting adalah bantuan tenaga. Kemarin, teman nelpon menanyakan hal apa yang sangat diperlukan korban saat ini, saya jawab: Tenaga! Ya, iya soalnya untuk mengangkut lumpur, mau tidak mau cuma dengan tenaga manusia. Apalagi kalau berada di kompleks sekolahan.
10 comments so far
Leave a reply












wah parah juga yakz.. hmm
[...] dan foto terkait banjir di Palopo ini ada di sini ada juga di [...]
Mudah-mudahan banjir ini yang terakhir kali…
Kemarin malam sempat air naik lagi sampai setengah tinggi tanggul tapi cuman bertahan sampai disitu. orang pada nonton, ada jg sambil motret di jembatan tdk takut kalo nanti tiba-tiba banjir datang tiba2.
Wah banjir mengenaskan…. apakah sudah ada penanganan dari pihak pemda, bro? yang lebih serius?
Wah … walo komentarnya basi, tapi salut deh bwt zhoel … gimana neh ? kapan tenda birunya …
tengkyu atas coment-nya. waduh,… nyambung dmana banjir sama tenda biru? maried? bulan may… may be yes,may be no!
kasihan kotaku…
sepertinya hutan di atas sana sudah mulai gundul, begini deh akibatnya. Saatnya semua pihak ikut menjaga lingkungan terutama pihak pemerintah terutama dinas kehutanan
Palopo , kok parah banget sih ? seingat aku dulu waktu sekolah di sana gak pernah ada banjir ???????
Kami yang ada di perantauan cuman bisa berdo’a semoga saudara2 yang ditimpa musibah diberi ketabahan dan semoga dengan adanya peringatan dari alam ini membuat kita semakin sadar dalam memperlakukan alam sekitar kita.