Arsip untuk ‘Gosip Arisan’ Kategori

Ndak Keren-nya deh…

Ada-ada saja istilah mesin pencari, coba lihat yang dilingkari merah itu! Lucunya istilahnya… Siapa mi toda’ itu lale sekali…? Ndak keren-nya deh…

Istilah Mesin Pencari

Mahasiswa Unhas Tawuran Lagi

Info dr JawaPos Group. Sedih dengarnya, soalx yg bentrok mantan-mantan fakultasku, Fisip & FT…

 ===

 

Mahasiswa Universita Hasanuddin (Unhas) Makassar, tawuran lagi, Selasa 26 Februari, sekitar pukul 14.00 Wita. Tawuran itu melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik dan gubungan dari FISIP, Ekonomi dan Sastra.

Informasinya, tawuran ini dipicu pemukulan yang terjadi pada Kamis 14 Februari lalu, di Balai Prajurit M Jusuf saat mahasiswa Teknik Unhas menggelar malam inaugurasi. Tawuran yang terjadi saat ini diduga merupakan kelanjutan dari pemukulan yang terjadi pada malam inaugurasi tersebut. Ketika itu mahasiswa Fakultas Teknik dipukul oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Sementara itu, menurut Wakapolresta Makassar Timur, Kompol Roh Hadi yang memantau langsung ke lokasi tawuran, insiden tersebut berawal keributan di kantin Jasbog. Keributan tersebut diduga melibatkan dua kelompok mahasiswa Fakultas Teknik dan fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Keributan tersebut berbuntut panjang ketika sekitar 20-an mahasiswa teknik, mencari mahasiswa Fisip yang terlibat keributan dengan anak FISIP. Di antara mahasiswa yang menyerang dari arah Fakultas Teknik, ada juga yang membawa balok kayu. Tawuran ini memakan sedikitnya sebelas mahasiswa terkena lemparan batu. Korban berasal dari kedua belah pihak.

Sementara itu, mahasiswa Unhas dari empat fakultas (Teknik FISIP, Ekonomi dan Sastra) sepakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan kampus, pascatawuran. Tidak kurang dari 50-an aparat kepolisian memasang badan di antara Fakultas Teknik dan FISIP saat tawuran berlangsung. Polisi tersebut berasal dari Resimen Mobil Polresta Makassar Timur, Unit Patroli Polsekta Tamalanrea dan Unit Reskrim Polsekta Tamalanrea serta patrol Motor Polda Sulsel.

Akhir Maret, Bendungan Bambalu Dibangun

Ini kayaknya jawaban tentang tulisan saya sebelumnya. Copy paste dari www.tribun-timur.com :

 

—–

 

Palopo, Tribun – Krisis air bersih yang sering dirasakan sebagian besar warga Kota Palopo hingga berhari-hari khususnya pada musim penghujan tidak lama lagi akan berakhir. Akhir Maret mendatang, PDAM rencananya akan mulai mengelola sumber air Sungai Bambalu, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.
Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palopo, A Nurlan Baslan, mengatakan hal tersebut kepada Tribun di GOR Lagaligo, Palopo, Rabu (20/2) malam.
“Jika tidak akhir Maret kemungkinan, awal April pembangunan bendungan Sungai Bambalu sudah akan dimulai. Saat ini, sementara dalam proses tender di Jakarta,” katanya.
Tahun 2008 ini, PDAM Kota Palopo mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp 19 miliar lebih.


Dana tahap awal ini rencananya diperuntukkan membangun bendungan setinggi lima meter di Sungai Bambalu, pengadaan pipa induk sepanjang 13 kilometer, dan pembangunan penampungan air di kilometer enam jalan poros Palopo-Toraja.
Namun dana Rp 19 miliar itu hanya sebagian kecil dari yang dibutuhkan PDAM untuk membangun jaringan air bersih yang bersumber dari aliran Sungai Bambalu. Secara keseluruhan, PDAM membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar.

Sumber Air
Saat ini, dengan panjang jaringan pipa sekitar 500 kilometer dan melayani puluhan ribu pelanggan, PDAM hanya mengandalkan Sungai Latuppa, Sungai Mangkulu, dan Sungai Magandang sebagai sumber air bersih.
Dua sumber air PDAM, Latuppa dan Mangkulu, yang melayani kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan saat ini tidak maksimal lagi. Hal ini karena maraknya pembalakan liar di sekitar aliran sungai yang menyebabkan tingkat kekeruan air sungai tersebut sangat tinggi dan melebihi batas toleransi yang ditetapkan PDAM.
Pada saat musim penghujan, tingkat kekeruhan air di Sungai Latuppa dan Sungai Mangkulu terkadang mencapai 10 ribu NTU (satuan kekeruhan air). Sementara batas toleransi PDAM maksimal 300 NTU.

Sering Longsor
TINGGINYA tingkat kekeruan air di Sungai Latuppa dan Sungai Mangkulu disebabkan karena daerah tersebut sering terjadi longsor. Bahkan pada saat musim kemarau pun daerah di sepanjang aliran sungai tersebut terkadang longsor yang menyebabkan air sungai keruh. “Tadi, sekitar tujuh kali terjadi longsor di daerah Siguntu yang merupakan daerah aliran Sungai Latuppa. Jika sudah begitu, kita (PDAM) terpaksa mengurangi produksi air bersih,” katanya.
Nurlan menuturkan, jika sumber air bersih dari aliran Sungai Bambalu sudah dikelolah maka pihaknya optimis bahkan menjamin tidak akan terjadi gangguan air bersih selama 30 tahun mendatang.
Selain debit airnya tetap banyak pada musim kemarau, salah satu kelebihan air aliran Sungai Bambalu yaitu air sungai tersebut tetap jernih pada saat musim penghujan.

“Balapan Malam” Pertama dalam Sejarah F1

Singapura mendapat persetujuan dari FIA untuk menyelenggarakan balapan Formula 1 (F1) di sirkuit sepanjang 5.067 km pada 28 September 2008. F1 Sing Tel Singapore Grand prix 2008 ini juga akan merupakan balapan malam pertama di sepanjang kalender balapan F1.

 

Chooi Yee Choong, Regional Director Singapore Tourism Board untuk ASEAN, mengatakan, balapan F1 ini merupakan tambahan istimewa yang menyemarakkan kegiatan Singapura dan meningkatkan posisi negara tersebut sebagai daerah tujuan penyelenggaraan kegiatan internasional dan hiburan di kawasan Asia.

 

“Di samping kegiatan balapan F1, para pengunjung juga bisa menikmati berbagai hiburan dan gaya hidup selama tiga minggu, dari 20 September-5 Oktober 2008. Termasuk di dalamnya Singapore Biennale, Singapore Motorshow, dan kegiatan-kegiatan lain di sepanjang Singapore River dan Southern Waterfront”, imbuhnya.

 

Sumber: Majalah Marketing edisi Februari 2008