Aproksimasi ala BJ Habibie

BJHDalam bukunya BJH (“Detik-detik yang Menentukan”), ada teori ini. Bagus untuk policy maker.

1. Dalam kehidupan, tidak ada masalah yang dapat diselesaikan secara sempurna;

2. Semua penyelesaian masalah tersebut harus dieselesaikan melalui pendekatan atau aproksimasi (approximation). Dimulai dengan ”pendekatan nol” (A0) yang mengandung pemikiran dan sistem dasar penyelesaian permasalahan tersebut, dilanjutkan dengan pendekatan kesatu (A1), kedua (A2), ketiga (A3), dan seterusnya sampai pendekatan ke-m.(Am);

3. Tergantung pada pendidikan, keterampilan, budaya, pengalaman, dan keunggulan seseorang, maka pada A0, masalah yang dihadapi sudah dapat diselesaikan 50 persen atau 60 persen, bahkan mungkin 80 persen, tetapi jelas tidak mungkin 100 persen atau secara “sempurna”. Jelas baru pada pendekatan mungkin A20 atau A30 atau Am di mana m=55 atau pendekatan ke 55 (A55), masalah tersebut dapat diselesaikan 98 persen mendekati penyelesaian yang sempurna. Dengan perkataan lain, penyelesaian masalah apa saja membutuhkan waktu dan biaya;

4. Jikalau katakanlah pada A100 (m=100), kita sudah mencapai lebih dari 90 persen penyelesaian permasalahan mendekati kesempurnaan, maka biasanya tiap peningkatan, katakanlah dari 90 persen menjadi 91 persen atau A100 menjadi A101, hanya dapat diselesaikan dengan pengorbanan yang besar atau biaya yang tinggi.

5. Pada titik inilah, kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, atau si pemberi tugas, apakah kita bersama menyanggupi mengambil langkah yang mengandung banyak risiko dan pengorbanan untuk meningkatkan penyempurnaan hasil penyelesaian yang sedang kita hadapi?

6. Jikalau jawabannya jelas “dilanjutkan” atau “tidak dilanjutkan”, maka kebijakan yang harus diambil adalah kebijakan yang mengandung risiko dan pengorbanan serendah-rendahnya;

7. Jikalau tidak jelas jawabannya, dan kendala waktu serta kondisi tidak memungkinkan untuk mendapatkan jawaban dari si pemberi tugas, maka seorang pemimpin harus berani dan tegas mengambil langkah kebijakan, dengan risiko dan biaya yang diperhitungkan;

8. Adakalanya, keadaan dan kondisi memungkinkan untuk memperbaiki proses penyelesaian permasalahan tanpa mengorbankan prinsip dan sistem dasar. Dalam hal ini, lebih menguntungkan memulai tahap baru dengan pendekatan penyelesaian B0, B1,…sampai Bm sesuai sistem pemikiran tersebut di atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s