Cerita dari Samping Masjid Agung

Malam ini sudah pukul 21.56 wita. Saya menyusuri jalan2 Palopo. Saya baru pulang dari rumah seorang teman. Kediamannya di bilangan Hartaco. Agak jauh dari rumahku. Saya tinggal di bilangan Balandai. Katanya sih, tata ruang Palopo menjadikannya kawasan pendidikan. Tapi sayangnya, minggu lalu anak STM Negeri dengan Madrasah Aliyah sempat tawuran. Gak tau masalahnya apa. Tapi sangat disayangkan. Calon uztaz dan calon teknokrat bentrok. Saya sempat berpikir, apa memang kekuatan nalar kadang berbenturan dengan theologi agama? Sudahlah, malam ini saya tidak ingin bicara tentang itu.

Jalan-jalan di Palopo tampaknya masih ramai. Malam ini memang cukup cerah. Banyak bintang yang menghiasi langit Palopo. Bulan gak tahu wujudnya ada dimana. Saya sempat mencari-cari. Tapi sayang tak ketemu. Namun begitu, semangat muda-mudi Palopo untuk sekadar menikmati malam, tidak berkurang sedikit pun. Memang, keindahan bintang hampir sama atau malah bahkan lebih kuat dibanding bulan. Bahkan kekuatan nama bintang lebih banyak dipakai sebagai brand, nama toko dan mungkin perusahaan. Saya juga tidak terlalu paham makna dibalik bintang. Misterinya tampaknya perlu dikaji lebih dalam nih!

Saya menyusuri beberapa ruas jalan di kota ini. Sy sempat singgah sebentar di ATM BRI yang di jalan Kartini. Dari situ saya menyusuri sepanjang sungai Palopo hingga belok di jembatan Kampung Pisang. Yang menarik sebenarnya disini. Di benakku tampaknya ada banyak kontradiksi. Di sepanjang tanggul sungai ada banyak pasangan muda mudi yang mangkal. Bisa ditebak lah mereka lagi ngapain, pacaran! Nah ini yang saya anggap kontadiktif jek. Di depan mereka memang keindhan sungai Palopo sangat menarik u/ dinikmati. Lampu-lampunya membuat bayangan yang begitu artistik. Tapi tahukah mereka, bahwa di belakangnya ada masjid agung? Ada banyak pemuda insyaf yg lagi berzikir. Saya yakin mereka bakal kurang sependapat dengan gaya hidup seperti muda-mudi itu. Saya gak tahu apakah mereka tahu fenomena ini, atau malah sengaja gak tahu. Soalnya tiap malam ada saja pasangan yg berduan ditempat gelap itu. Sangat hitam putih pikirku.

Saya teringat seorang kawan dari Ibukota. Waktu saya ajak ke pantai labombo malam-malam, dia protes. Katanya itu tempat maksiat. Saya bilang ini memang tempat lokalisasi THM di Palopo. Kami langsung pulang. Di jalan dia sempat bilang “kalau masih dikit warga yg buat macam2,ya langsung ditekan langsung. Jangan biarkan membsar!”. Pikirku itu masalah pemerintah jek! bagiku surga dan neraka itu nyata, kita tinggal ingatkan orang-orang saja. Tapi tak tahulah jalan pikirannya. Ilmu agamaku belum banyak2 amat.

Saya terus memacu motorku melewati jejeran pemuda yang lagi pacaran tadi. Selanjutnya hampir mencapai jembatan Kampung Pisang (Boting), saya menyaksikan pemuda2 yg lagi mabok. Ditangannya masih ada botol. Sayangnya brand-nya adalah sesuatu yg kukagumi tadi, bintang! Pemuda di kota ini memang belum sadar akan keshatannya. Ada banyak penyakit dari miras. Dan suasana ini kontradiktif dengan di seberang jalan sana. Praktek seorang dokter lagi ramai2nya dengan pasien. Sayang pemuda yg mabok tadi gak bisa ngambil pelajran dari si pasien.

Saya tringat cerita revolusi di Plopo tahun 45. Landau kala itu konon sebelum bertmpur membacakan yasin ke semangkuk air yg akan diminumkan kepada pasukannya. Tampaknya pemuda mabok tadi juga melakukan revolusi. Menggilir botol miras lalu berperang! Sangat lucu karena lawannya adalah kawan sendiri. Memang ada banyak hal yg kehilangn arti hari ini. Monumen toddopuli bukan lagi menjadi kebanggaan kaum muda Palopo. Makna dan sejarahnya saja mereka tidak paham. Sayang, seandainya saat ini Tojabi (seorang legenda pejuang Palopo) masih hidup, dia pasti akan banyak nuntut pemuda Palopo u/ lebih bermanfaat. Nah, sudah bermanfaatkah kita? Biar sejarah yang menilainya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s