Akhir Maret, Bendungan Bambalu Dibangun

Ini kayaknya jawaban tentang tulisan saya sebelumnya. Copy paste dari www.tribun-timur.com :

 

—–

 

Palopo, Tribun – Krisis air bersih yang sering dirasakan sebagian besar warga Kota Palopo hingga berhari-hari khususnya pada musim penghujan tidak lama lagi akan berakhir. Akhir Maret mendatang, PDAM rencananya akan mulai mengelola sumber air Sungai Bambalu, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.
Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palopo, A Nurlan Baslan, mengatakan hal tersebut kepada Tribun di GOR Lagaligo, Palopo, Rabu (20/2) malam.
“Jika tidak akhir Maret kemungkinan, awal April pembangunan bendungan Sungai Bambalu sudah akan dimulai. Saat ini, sementara dalam proses tender di Jakarta,” katanya.
Tahun 2008 ini, PDAM Kota Palopo mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp 19 miliar lebih.


Dana tahap awal ini rencananya diperuntukkan membangun bendungan setinggi lima meter di Sungai Bambalu, pengadaan pipa induk sepanjang 13 kilometer, dan pembangunan penampungan air di kilometer enam jalan poros Palopo-Toraja.
Namun dana Rp 19 miliar itu hanya sebagian kecil dari yang dibutuhkan PDAM untuk membangun jaringan air bersih yang bersumber dari aliran Sungai Bambalu. Secara keseluruhan, PDAM membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar.

Sumber Air
Saat ini, dengan panjang jaringan pipa sekitar 500 kilometer dan melayani puluhan ribu pelanggan, PDAM hanya mengandalkan Sungai Latuppa, Sungai Mangkulu, dan Sungai Magandang sebagai sumber air bersih.
Dua sumber air PDAM, Latuppa dan Mangkulu, yang melayani kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan saat ini tidak maksimal lagi. Hal ini karena maraknya pembalakan liar di sekitar aliran sungai yang menyebabkan tingkat kekeruan air sungai tersebut sangat tinggi dan melebihi batas toleransi yang ditetapkan PDAM.
Pada saat musim penghujan, tingkat kekeruhan air di Sungai Latuppa dan Sungai Mangkulu terkadang mencapai 10 ribu NTU (satuan kekeruhan air). Sementara batas toleransi PDAM maksimal 300 NTU.

Sering Longsor
TINGGINYA tingkat kekeruan air di Sungai Latuppa dan Sungai Mangkulu disebabkan karena daerah tersebut sering terjadi longsor. Bahkan pada saat musim kemarau pun daerah di sepanjang aliran sungai tersebut terkadang longsor yang menyebabkan air sungai keruh. “Tadi, sekitar tujuh kali terjadi longsor di daerah Siguntu yang merupakan daerah aliran Sungai Latuppa. Jika sudah begitu, kita (PDAM) terpaksa mengurangi produksi air bersih,” katanya.
Nurlan menuturkan, jika sumber air bersih dari aliran Sungai Bambalu sudah dikelolah maka pihaknya optimis bahkan menjamin tidak akan terjadi gangguan air bersih selama 30 tahun mendatang.
Selain debit airnya tetap banyak pada musim kemarau, salah satu kelebihan air aliran Sungai Bambalu yaitu air sungai tersebut tetap jernih pada saat musim penghujan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s