Antiklimaks Pilwalkot Palopo

Klimaks Pilwalkot Palopo 5 Mei telah terlewati. Pasti sudah, jawaranya adalah Paket Tentram. Kini, setelah pencoblosan (antiklimaks), Pilwalkot masih seru saja. Ini adalah analisis sederhana saja. Ya… melihat perkembangan di koran-koran local dan isu-isu para politikus jalanan yang saban hari saya temui. Supaya tidak terlupakan oleh saya, ya saya tulis saja. Hitung-hitung jadi catatan untuk Pilwalkot 2013 nanti. Hehehe…

Saya sengaja buat jadi point-point saja, supaya enak dibaca dan mudah dipahami. Jadi, selamat menikmati…

1. Ada kandidat, konon kabarnya masuk RS At Medika. Benar atau tidak, saya tidak ngecek langsung. Konon pula, ada yang masuk salahsatu RS di Makassar. Ini informasi kabar burung dari politisi jalanan, jadi jangan terlalu percaya.

2. Banyak pahlawan kesiangan bermunculan. Kalau yang ini, infonya dari Koran local. Ada yang ngaku: kalau bukan saya, gak bakal gol jagoan kita! Atau, ada yang nantangin: Anda sudah buat apa lantas mau klaim sebagai orang yang memiliki andil? Seru euy…

3. Pedagang beras panen untung. Pasca hari H, konon kabarnya seluruh utang beras kandidat […sensor…] telah lunas. So, pedagang beras bisa membukukan laba rruaarrr biazzzaa tahun ini (apalagi karena factor kenaikan harga pangan, ya kan?). Kabar ini dari tukang becak yang mangkal dekat PNP, waktu saya nungguin mace belanja. Kalau mau percaya, tabe, kalau tidak mau, tabe…

4. Karena kalah, tim sukses lempar kesalahan dengan Parpol pengusung. Kalau ini informasinya benar-benar dimuat di Koran, jadi percayalah! Catatan untuk 2013: baik-baiklah dengan Parpol pengusung…

5. Banyak pejabat kebakaran jenggot. Karena dituding mbalelo, banyak pejabat yang angkat bicara di Koran bahwa ia tetap loyal kepada pimpinan. No comment deh…

6. Daftar pejabat yang bakal dimutasi sudah ada. Bahkan, sumber Koran local sudah mem-publish-nya. Selanjutnya, isu yang beredar: Kantorku bakal ramai! Hahaha… akhirnya bakal ada teman baru. Orang-orang kota yang sudah gerah di kota, memang sebaiknya diekspor ke tempatku, satu-satunyakawasan sejuk di barat Palopo. Hehehe…

7. Masih ada yang belum dewasa berdemokrasi. Lihat saja opini-opini di Koran local. Secara bugil, si opiner menyebut nama si […anu…] begini, si […itu…] begitu. Sejatinya kan kita sipakalebbi, sipakatau, sipakainge’. Dewasalah dikit! Cie…ini opini pribadi lho!

8. Ada yang kaya mendadak. Ini info dari tetangga, bahwa ada yang menang sitangga’, karena jagoannya menang. Jadi, beliau dapat tambahan jajan. Dan sudah menjadi hukum alam, ada pula yang miskin mendadak. Ini karena dia kalah dari si jagoan tangga’ tadi.

9. Bukan hanya penjual beras yang panen, sanro kampong pun dapat cipratan. Ini karena jasa pawang hujan mereka, selama kampanye jadi langganan tim sukses. Ini juga isu dari teman. Hehehe…

Masih banyak lagi, tapi malam ini hanya itu yang sempat mampir di pikiranku. Ini hanya telaah dari berbagai sumber berkaitan dengan ‘Pilwalkot fever’ yang saya idap enam bulan belakangan ini. Sampling errornya 50,01% (kalau di Pilpres 2004, angka ini sudah bisa latto jadi Presiden). Dan tingkat kepercayaannya masih diragukan. Jadi sekali lagi, kalau mau kembali ke poin ke 7, dewasalah menerima infomasi dari tulisan ini. Hehehe…

One thought on “Antiklimaks Pilwalkot Palopo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s