Properti di Palopo: Over Supply dan Ancaman NPL

Sepanjang tahun ini, salahsatu bidang bisnis yang paling gencar mengedukasi masyarakat adalah bisnis properti. Mari lihat acara di MetroTV, Trans7, TPI dan TransTV di akhir pekan, hampir seragam, kalau bukan acara masak-memasak, pastilah acara promosi-promosian apartemen, ruko, hunian rumah, superblock bahkan sampai kompleks pemakaman mewah!

Penurunan BI rate yang terjadi sejak akhir 2007 lalu (yang sekarang balik lagi naik), memang memberi rangsangan kepada bisnis-bisnis properti ini. Di samping itu, kenaikan harga komoditas pertanian dan pertambangan konon menyebabkan meningkatnya konsumsi masyarakat, termasuk permintaan properti. Memang, untuk melihat perkembangan ekonomi suatu daerah, salahsatu indikator sederhananya adalah dengan melihat konsumsi semen dan kendaraan bermotor. Demikian pula di Palopo, fenomena motor baru dan pembangunan hunian dan rumah toko (ruko), memang sangat nyata ditemui dewasa ini.

Namun, yang perlu diperhatikan, khususnya industri property local dan perbankan di Palopo adalah prinsip kehati-hatian sejatinya tetap dijaga. Kompas menuliskan peringatannya agar mewaspadai kredit macet properti. Bisa jadi, ini diinspirasikan oleh malapetaka subprime mortgage di USA, yang diikuti dengan ‘meriangnya’ Meryl Linch dan Lehman Brothers. Namun, saya melihatnya bukan dari sekadar itu saja. Mari buka mata, ada berapa unit property (khususnya ruko dan rukan) yang dibangun di Palopo saat ini, dan ada berapa pula yang telah layu sebelum berkembang? Sebuah rumah kantor (rukan) di bilangan Jenderal Sudirman (sekarang Jl Andi Djemma), mungkin sudah dua tahun belum ramai terpakai,meski posisinya begitu strategis dan disainnya sangat menarik. Berdampingan dengan itu, beberapa rumah toko (ruko) yang lahir mungkin berselang setahun dengan rukan tadi, juga masih sepi pengguna.

Kawasan Luwu Plaza juga hampir 80 persen belum terisi. Padahal, sudah hampir setahun pedagang ‘pasar subuh’ di sekitaran Luwu Plaza telah direlokasi ke Jalan Andi Tadda. Dan yang paling mengherankan, supply ruko masih belum habis terpakai, dimana-mana pembangunan ruko makin menggila, bak jamur di musim hujan – yang dipupuk orang pula! Olehnya itu, ada kehawatiran, pembangunan pasar modern di bilangan Salobulo, bakal tak semulus harapan kita semua. Jangan sampai, episode kegagalan pasar Rampoang mengeluarkan jilid keduanya. Bukankah itu sebuah program mubazir? Jadi, diperlukan analisis kelayakan yang obyektif dan ilmiah.

Pengembangan industry property local (termasuk pula pasar modern), sebenarnya sangat sejalan dengan visi kota jasa yang ingin dibangun oleh Palopo. Hanya saja, perlu adanya study yang lebih komprehensif dalam memprediksikan kebutuhan property terhadap implementasi kegiatan sektor jasa itu. Study tersebut sejatinya dilakukan secara kontinyu dengan memonitor perkembangan demografi, penghasilan per kapita, pertumbuhan sector industry, input daerah, serta pariwisata. Dengan demikian, identifikasi mengenai kuantitas, tipe maupun lokasi pengembangan property, dapat dijadikan rujukan kebijakan, baik pemerintah apalagi pengusaha property dan perbankan (sebagai kreditor). Dengan demikian, risiko kredit macet (NPL) property dapat lebih dikontrol, risiko kegagalan bisnis dapat ditekan, dan visi kota jasa yang bermuara kepada penyejahteraan masyarakat dapat dicapai secara optimal.

5 thoughts on “Properti di Palopo: Over Supply dan Ancaman NPL

  1. Sangat penting memang studi kelayakan suatu usaha benar-benar dilakukan secara koprehensif, Jangan sampai suatu usaha hanya buang-buang duit/pemborosan anggaran, banyak bidang lain yang perlu lebih diperhatikan terutama untuk kepentingan orang banyak.

  2. @ indoperkasa: setuju, bila perlu libatkan kalangan kampus untuk kajian yang lebih obyektif dan akurat

    @ Esha: iya, apalagi di tengah ancaman krisis kayak gini…🙂

  3. sore pak,
    ngomong2 sekitar proyek & properti,apakah bapak inigin mengethui lebih dalam tentang bisnis properti??

    kebetulan saya bekerja sebagai staff “School of Property” do you know PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY????

    u/ lebih jelas bapak bisa website kami di. http://www.panangian.com/
    atau bisa hub saya di e-mail: “sweet_dhien86@yahoo.com”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s