JK, “The Real President”!

Jangan memolitisasi statement Syafii Maarif, yang mengatakan Jusuf Kalla adalah The Real President! Jangan pula menjadikan statement itu sebagai angin lalu, tapi mari kita bicara tentang makna, karena kita toh mafhum bahwa Sang Buya bukan politikus, seperti caleg-caleg yang bisanya cuma berteori di sudut warung-warung kopi sana. Syafii Maarif mengaku berbicara dalam kapasitasnya sebagai seorang tua, yang agaknya malah tidak arif jika Bang Anas Urbaningrum tidak mau mendengar kata-kata orang tua kita itu.

Saya tidak kaget ketika koran-koran nasional, portal-portal berita sampai para blogger memberitakan tentang sebutan JK is The Real President! Kalau anda membaca opini Pak Syafii Maarif beberapa waktu lalu di Kompas, wacana itu sebenarnya telah tersirat. Memang, sadar atau tidak, peran Daeng Ucu’ (Jusuf Kalla) memang terasa lebih besar ketimbang Mas Bambang (SBY). Saya ndak tahu juga ukurannya apa, tapi mungkin karena cara komunikasi JK yang lebih Indonesia, ketimbang SBY yang kebarat-baratan. Maksudnya? JK lebih mampu mengomunikasikan kinerjanya dan dipahami secara massif, ketimbang SBY yang ditemui di Istana saja sulitnya minta ampun.

Kata Yudi Latif, JK lebih risk taker dibanding SBY yang agak lelet dan lebih banyak tebar pesona (istilah Mbak Megakarti di Democrazy). Sedangkan Lili Romli mengatakan JK pekerja keras, SBY pencitra positif. Salahkah membanding-bandingkan dua sejoli ini (SBY-JK)? Dalam demokrasi, mungkin tidak ada salahnya. Toh, beberapa waktu lalu saja, tak bosan-bosannya kita dengan polemic: Baikan mana Hillary dengan Obama? Jadi kalau anda menganggap Obama lebih unggul ketimbang Hillary, di blog ini saya mau menulis, JK mirip Obama yang mengungguli Hillary (SBY)!

Saya teringat tulisan Pak Rahman Arge yang berjudul “JK, The Next President?” di buku Permainan Kekuasaannya. Pak Rahman mencap JK sebagai orang sederhana yang menguasai praksis dalam problem solving. Bukankah ajaran Tao dan Kungfu juga menyiratkan makna kesederhanaan, yang justru melahirkan jurus dahysat nan mematikan? Pak Lili Romli juga mengatakan di detiknews.com bahwa “JK kurang popular karena sadar perannya sebagai wapres dan tidak ingin melangkahi SBY”. Sehingga katanya JK lebih fair. Lalu pertanyaanya kemudian, jadi selama ini SBY tidak fair ya?

Untuk menjawab pertanyaan yang terakhir, mari kita tawarkan beberapa opsi kepada SBY. Tawarannya kira-kira begini: SBY mundur dari bursa capres dan memberikan kesempatan kepada JK untuk maju menjadi capres 2009-2014 (walaupun nantinya ndak gol jadi presiden kayak Obama), atawa switching saja kayak nuker channel tivi di rumah kita, JK capres, SBY cawapres. Bagaimana? Saya yakin, karena dasar SBY ndak fair (tendensi Pak Lili tadi), maka dia pasti Cuma nyanyi: kemesraan ini, janganlah cepat berlalu… Bersama kita bisa! Saya tetap presiden, anda tetap wapres!

Zainal Ali, pengarang buku 100 Orang Indonesia Paling Berpengaruh, menulis JK tipikal politisi non sectarian, sehingga kemudian beliau mampu diterima berbagai kelompok. Dari asumsi ini mungkin, Pak Syafii Maarif juga heran, mengapa popularitas (atau elektabilitas-istilah para surveyor/pollinger politik) JK selalu di papan bawah. Sehingga banyak yang mengatakan, musabab JK bukan Jawa, makanya demikian. Dalam artian, nasionalisme kita memang setengah hati jek! Jadi kesimpulannya, mari belajar memahami Pak Syafii Maarif. JK memang ‘presiden sejati’ (pakai tanda kutip loh). Jadi, mari dukung JK! Mungkin, seperti anda mendukung dan mengelu-elukan Obama, yang notabene belum berbuat nyata dalam pemerintahan… Ya kan?

8 thoughts on “JK, “The Real President”!

  1. siapa pun yang jadi Presiden kita nanti, ya semogah bisa cepet bawa perubahan baru ke negara inih😀 hehehe… JK boleh, Sultan boleh, … sapa lagi tuh…calonnya?😛

  2. “JK lebih mampu mengomunikasikan kinerjanya dan dipahami secara massif, ketimbang SBY yang ditemui di Istana saja sulitnya minta ampun. ”

    Zul.. mana yg lebih mudah di temui pak wali ato pak wawali?? itu udah prosedurny kyk gitu, jika first sibuk maka yg second harus backup..

    JK jg ampe skarang masi ngekor ma SBY n g berani maju sendiri karena he dah tau hasilny kayak gimana..

  3. mas IJOL benar…

    n ngomong2 ttg si MEGAKARTI yg terhormat itu,aq g ngerti sm tujuanx…

    berjuang utk rakyat(mengembalikan harga BBM Rp.2500..spt 5 tahoonnnn yg lalluuuuuuuuuuuuuuuuu)
    atw
    ego yg sempat terluka karena ‘si tukang tebar pesona’ mengalahkanx di pemilu 2004…

    dan ttg kontrak politik,marilah kita perpikir lebih realistis…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s