School Branding

Kalau kita bertanya kepada remaja usia sekolah mengenai sekolah ideal yang bagaimana yang ingin mereka masuki, kita pasti akan mendengar jawaban sekolah yang berkualitas namun tetap gaul. Inilah perilaku konsumen pendidikan kita dewasa ini. Cenderung lebih selektif dalam memilih sekolah sebagai identitasnya. Mereka ingin lebih enjoy namun tetap smart. Olehnya itu, menjadi suatu tuntutan bagi manajemen sekolah, untuk senantiasa menganalisis tren konsumen pendidikan secara mutakhir.

School Branding adalah suatu pencitraan yang mampu mendeskripsikan secara general positioning dan keadaan suatu sekolah. Olehnya itu, di era perkembangan strategi pemasaran yang lagi gencar-gencarnya dewasa ini, bukanlah suatu yang aneh, jika sekolah pun meluncurkan school branding sebagai identitasnya. Dalam dunia pariwisata, kita mengenal Malaysia dengan Tourism Branding-nya yaitu Truly Asia, yang secara nyata mampu meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat Malaysia karena adanya Money Boom dari sektor pelayanan jasa pariwisatanya. Bukannya ingin menyamakan sekolah sebagai profit institution dan cenderung kapitalis, tetapi bukankah Malaysia dengan paket branding-nya di atas, mengawali programnya dengan proses peningkatan kinerja pelayanan jasa pariwisatanya? Malaysia mampu memberikan value yang lebih, sehingga berujung pada kepuasan konsumennya. Inilah benang merah yang sejatinya kita cermati. Menempatkan school branding sebagai paket inovasi, yang dilakukan dengan memberikan value yang lebih baik kepada konsumen pendidikan di sekolah, yaitu siswa dan termasuk orangtuanya.

DSC00917Mencitrakan sekolah melalui school branding memang harus diikuti pula dengan paket quality assurance. Jaminan kualitas inilah yang harus diformulasikan oleh manajemen sekolah. Membuat disain program yang mampu mensinergikan dua dimensi di atas adalah langkah konkritnya. Formulasinya dapat dibuat dengan melakukan progress research siswa-siswa yang tergabung dalam kelas unggulan secara sustainable. Di samping kepada siswa, organisasi kesiswaan (yang tergabung dalam beberapa ekstrakurikuler) yang menjadi komunitas-komunitas siswa, sejatinya pula memiliki monthly report yang memperlihatkan keefektifan kinerja. Inovasi program juga menjadi keniscayaan dilakukan. Mendisain tiap kelas (non unggulan) untuk dispesialisasi terhadap suatu kompetensi khusus dapat pula menjadi sebuah inovasi. Dan yang lebih penting dilakukan adalah memberikan assestment kepada siswa dan orangtua siswa kelas IX yang akan lulus, untuk menguji kepuasannya terhadap institusi sekolah selama 3 tahun. Dengan adanya costumer satisfaction index yang didapat dari assestment ini, maka tiap tahun dapat dievaluasi kesesuaian harapan orangtua dengan kinerja manajemen sekolah.

Dengan adanya school branding, promosi sekolah juga dapat dilakukan dengan agak enteng. Promosi wajib dilakukan, karena kompetisi dalam dunia pendidikan dari hari ke hari semakin ekstrim. Untuk menggaet input yangg lebih valuable diperlukan adanya pendekatan yang intens dan kampanye yang efektif. Olehnya itu, panitia penerimaan siswa baru, harus lebih agresif untuk merekrut siswa berprestasi di sekolah-sekolah dasar (bagi SMP) dan SMP-SMP (bagi SMA). Dengan modal input yang lebih valuable, maka proses belajar mengajar yang dilakukan dapat lebih dipacu bukan malah dientengkan. Dengan demikian, akselerasi peningkatan kualitas dapat dilakukan. Wallahu a’lam.

2 thoughts on “School Branding

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s