Proyek Kamar Tidur

Apa warna cat kamar anda? Kalau saya, warnanya putih. Dari dulu, sejak rumah orangtuaku ini dibangun, dinding kamarku memang warnanya putih. Kamar ortu juga putih. Adik pun demikian, putih. Dulu, waktu saya SD, kamarku sempat berwarna biru. Namun, kamar itu sekarang dijadikan gudang. Nah, sekarang saya tidur dikamarku yang sekarang ini. Karena bosan dengan putih, saya mau mengubahnya.

Sebenarnya saya suka dengan warna-warna netral, termasuk putih. Bajuku banyak yang berwarna putih. Saya juga suka dengan warna hitam. Dengan baju hitam, katanya saya tampak lebih putih. Maklum-lah, kulit orang Indonesia asli memang gak putih-putih amat kan? Jadi, untuk anda yang sehitam saya, pakailah teori pemutih ini! Insya Allah, whitening ini tanpa efek samping…

Sejak dua tahun lalu, cat eksterior rumah ortu (yang kutinggali sekarang ini) bukan lagi putih. Sejak dibangun awal 1990-an, memang warnanya putih. Sekarang, warnanya kuning. Waktu pengecatan dilakukan, almarhumah nenek saya sempat bertanya-tanya mengapa mengubah warna rumah menjadi kuning? Katanya, dulu rumah yang berwarna kuning itu cuma bisa dimiliki oleh bangsawan tinggi. Jadi, si nenek takut, kalau-kalau nanti durhaka dengan datu! Tedeng…

Kami tak hirau dengan nenek. Hemat kami, itu bawaan feodal nenek. Sekarang jamannya  orde reformasi, warna kuning gak sakral lagi. Jatuh wibawa dia, jadinya kuning dikalah telak dari si biru. Namun karena kami loyalis kuning, dan memang lagi ngetren dua tahun lalu, yah kuning jadi deh. Namun, warna kuning itu hanya luarnya, tapi dalamnya tetap putih. Demikian pula dengan kamarku ini.

Menimbang-nimbang warna cat kamar memang susah-susah gampang. Susah bagi yang membuatnya susah, gampang bagi yang membuatnya gampang. Sialnya, saya berada di kategori yang pertama. Membuatnya susah! Susah karena memang saya punya harapan yang lebih dari kamarku. Punya kualifikasi khusus, agar kamar memberi energi positif yang konstruktif. Memang sih kedengarannya mirip-mirip teori-teori fengshui, tapi jujur ini bukan soal hoki-atau tidak hoki (seperti inti dari fengshui itu sendiri — menurut saya), tapi lebih kepada selera yang bermakna, saudara-saudara!

Setelah hunting di om google, saya tidak terpuaskan. Pasalnya, om google lebih banyak mereferensikan disain interior (beserta warna catnya) untuk kamar-kamar yang ’gak anak muda sekali’, kebanyakan adalah untuk kamar pasangan-pasangan muda yang mapan (padahal saya masih merasa muda), atau terlalu kemudaan (anak-anak). Jadinya, saya melewatkan om google dalam kasus ini. Setelah saya lempar diskusi ini pula ke teman-teman kantor, sebagian sih memberi masukan, tapi yah gak Zulham banget. Jadilah mereka juga senasib dengan om google, lewat… sampai akhirnya saya ke warnet baru teman saya (yang kini berubah status menjadi pengusaha warnet), warna cat interior warnet-nya langsung membuat saya kleper-kleper (nih kata artinya apa yah?). Jadi, sepulang dari warnet itu, saya mengamati tiap sudut-sudut kamarku dari atas tempat tidur. Kulihat banyak tumpukan buku, majalah, koran, dan juga terselip celana dalam disana, sambil menghirup udara malam itu, batinku berkata: Merah-Hitam!

Ibu heran. Tapi tekad sudah bulat. Mengenang saat baru menjadi mahasiswa empat tahun lalu, kami dengan bangga memakai seragam merah-hitam itu…

Insya Allah, gaji bulan depan untuk ganti cat kamar!😀

Menjelang mati lampu, Rabu malam, 25 november 2009.

2 thoughts on “Proyek Kamar Tidur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s