Mencintai Palopo Lewat Kaos Oblong

kaosPernah dengar virus K yang sedang menjangkiti bangsa kita akhir-akhir ini? Kalau anda sering membaca koran Kompas dan update portal yang ini, saya yakin anda pastilah sudah kenal betul tentang virus K. Yup, virus K adalah virus Kreatif! Sejak 2009, bersamaan dengan diluncurkannya Gerakan Indonesia Kreatif, virus ini disebar secara massif ke seluruh pelosok tanah air. Karena penetrasinya begitu agresif, maka kemudian banyak anak-anak muda yang semakin membanggakan, mencintai, membeli dan mendukung produk dalam negeri. Paralel dengan itu, makin banyak pula orang Indonesia yang intuitif, inovatif, imajinatif, dan inspirasional. Mereka-mereka inilah yang menjadi aktor utama mengaktualkan virus K. Hasilnya, industri kreatif menjelma menjadi masa depan ekonomi Indonesia.

Palopo demikian pula saya pikir. Ekspansi virus K sudah sampai di kota kecil ini. Dari penelitian saya saja (waktu nyusun skripsi bulan Agustus lalu), paling tidak di Palopo sudah ada 8 (dari 14) subsektor industri kreatif yang sudah dapat diukur kinerjanya. Walaupun kontribusinya dalam PDRB Palopo masih sekitar 2 persen, hal ini sebenarnya sudah cukup baik untuk menjadi pondasi pengembangan industri kreatif. Angka ini, belum tersentuh insentif pemerintah kota, jadi praktis masih bisa diakselerasi. Paling tidak, Palopo dapat menyamai indeks kontribusi industri industri kreatif terhadap PDB nasional yang mencapai 5,7 persen. Ini sangat rasional, karena sadar atau tidak, Palopo kini berevolusi menjadi kota jasa-dagang dan industri yang lagi mekar-mekarnya di utara Sulawesi Selatan. Di samping itu, kesadaran yang terpenting dan lebih utama yang harus diperhatikan adalah, kini di Palopo telah lahir generasi yang memiliki talenta-talenta unik dan kreatif yang menjadi ‘bahan baku’ industri kreatif itu sendiri.

Dari 8 subsektor industri kreatif yang telah dapat diukur di Palopo, salahsatunya adalah subsektor fesyen. Oleh karena itu, saat ini, saya ingin mengajak jamaah pembaca sekalian untuk menengok sebuah toko kaos oblong yang ‘berjudul’ Gallery Palopo di bilangan Jalan Opu Daeng Risaju sana. Tepat di belakang Istana Datu Luwu, anda pasti akan menemui sebuah toko mungil, yang menjual souvenir khas Palopo, terutama kaos-kaos oblong. Inilah yang disebut industri kreatif. Menciptakan barang, khas, unik dan profitable. Dan kalau mau ditambah satu lagi, tentu beraroma khas Palopo! Selain di toko mungil Gallery Palopo ini, anda juga bisa mendapatkan barang-barang unik hasil produksi kreatif Kak Wiwin di Pusat Oleh-Oleh Palopo di Jalan Merdeka sana. Selain kaos, beberapa souvenir turunan produk dari Galery Palopo, tetap dapat anda beli di tempat tersebut.

Nah, apa yang menarik dari kaos-kaos ini? Selain dari disain dan bahan kaos-nya, yang menjadi point of interest sebenarnya adalah kampanye cinta Palopo! Dari kaos ini, kesadaran ber-Palopo dan memiliki Palopo sebenarnya disulut. Saya kagum dengan Tim Pencak Silat kota ini ketika mengikuti event di tingkat regional, dengan sangat bangganya mereka mengenakan kaos hasil disain Galery Palopo sebagai uniform-nya. Gak mati gaya, tetap elegan, namun Palopo sekali!

Selain itu, ada misi budaya sebenarnya yang dibawa Gallery Palopo melalui disain-disainnya. Simak saja disain-disain kaos yang bergambar Luwu Alfabeth dan disain Singkerru Simulajaji. Melalui kaos Luwu Alfabeth, kita diajak kembali mengeja huruf-huruf lontara sulapa eppa, yang dulunya dijadikan aksara untuk menyusun epos I La Galigo. Sedangkan pada disain Singkerru Simulajaji, filosofi hidup orang Palopo (dan Luwu secara umum) disadarkan kembali.

Kita semua sadar, tiap generasi punya cara untuk mengungkapkan nasionalisme dan kecintaannya terhadap kampung halamannya. Dulu, sejarah heroisme di Palopo sebelum tahun 50-an, kita mengenal Soekarno Muda, komunitas anak terminal, anak pasar dan anak-anak yang lain— yang dengan caranya sendiri mengungkapkan kecintaannya kepada Palopo melalui peperangan mempertahankan kemerdekaan. Kini, eranya telah berubah. Ada banyak cara mengungkapkan rasa cinta kepada Palopo. Salahsatunya, tak salah jika saya menulis bahwa hal tersebut dapat dilakukan melalui kaos oblong! Maka, ketika anda selesai membaca tulisan ini, jalan-jalan lah ke Gallery Palopo. Siapa tahu, kecintaan anda terhadap kota ini tersulut di sana!

Palopo, 13 Desember 2010

One thought on “Mencintai Palopo Lewat Kaos Oblong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s