Opsal, Opu To Sappaile

Mungkin kita hanya mengenal Opsal atau Opu To Sappaile hanya sekadar nama pusat perbelanjaan dan sebagai salahsatu nama jalan protokol di Kota Palopo. Berangkat dari pesan Bung Karno untuk tidak melupakan sejarah, maka pada tempatnyalah kita lebih mengenal sosok Opu To Sappaile. Peran Opu To Sappaile dalam Perang Luwu sangatlah penting.

Opu To Sappaile sebenarnya bernama asli Andi Baso Lempulle. Ia lahir sekitar tahun 1870 dan merupakan putra dari Andi Tadda Opu Pabbicara Pawelae Ponjalae. Ketika perang 11 September 1905 berakhir, Andi Baso bebas dari tuntutan Belanda. Ia diangkat menjadi Opu Patunru sebagai penghormatan kerajaan terhadap ayahnya, Andi Tadda.

Dua tahun setelah pendudukan Belanda di Luwu, sekitar tahun 1908 ia melamar Datu Luwu, Andi Kambo Opu Daeng Risompa yang berkuasa sejak tahun 1901. Kala itu Andi Kambo telah menjanda.

Opu To Sappaile banyak berperan dalam perjuangan Haji Hasan. Beberapa orang mengatakan bahwa pemberontakan Haji Hasan terjadi akibat perintah Opu To Sappaike. Kegagalan yang dialami oleh Belanda dalam menangkap Haji Hasan, juga diakibatkan karena adanya pemberitahuan dari  Andi Baso Lempulle kepada  Haji Hasan sebelum Belanda melakukan penyerangan.

Semua kecurigaan Belanda atas peran Opu To Sappaile dalam membantu perlawanan Haji Hasan diperkuat dengan ditemukannya keris milik Datu Luwu yang digunakan oleh Haji Hasan. Karenanya, setelah Haji Hasan meninggal di penjara Palopo, Andi Baso Lempulle kemudian dipanggil menghadap Assistant Resident Boer. Saat menghadap, ia lalu ditanya tentang kebenaran keris milik Datu Luwu yang dipakai oleh Haji Hasan dalam pemberontakannya melawan Belanda.

Tanpa berbelit-belit, Andi Baso Lemppulle pun membenarkan ucapan Boer. Saat Boer bertanya mengenai mengapa keris itu berada di tangan Haji Hasan, Opu Tosappaile  kembali menjawab dengan tenang. Ia  mengatakan bahwa sebelum belanda datang ke Luwu, keris itu memang biasa dipinjam Haji Hasan.

Berbagai pertanyaan dan tudingan terus diajukan kepada Andi Baso Lempulle untuk untuk menyudutkannya. Di antaranya juga tentang tuduhan bahwa perang Topoka dan Pemberontakan Pong Simpin adalah dibawa komando Opu To Sappaile. Namun semua pertanyaan dan tudingan tersebut berhasil dijawab dengan tepat dan tenang. Karenanya, Boer tak dapat memasukkan Opu Tosappaile ke penjara sebagai orang bersalah.

Akan tetapi, akibat hasutan dan fitnah orang-orang yang iri hati kepadanya , maka ia pun harus rela menjalani pembuangan. Para pengkhianat tersebut menyatakan kepada Boer, bahwa Opu To Sappaile adalah orang yang pandai bicara. Dan jika hanya ditanya dengan berbagai tuduhan, ia pasti mampu menjawabnya dengan baik. Dengan jawaban dan cara menjawab yang tenang, maka ia pasti tidak dapat disalahkan. Karenanya, Andi Baso Lemppulle tidak usah diperiksa, sebab selama ini banyak orang yang melihat bahwa Opu To Sappaile selalu bertemu dengan Haji Hasan di muka mesjid jika selesai salat Magrib atau Isa.

Sekitar tahun 1915, atas hasutan para pengkhianat, Andi Baso Lempulle Opu To Sappaile kemudian dijatuhi hukuman pembuangan ke Jawa bersama beberapa pejuang lainnya oleh Belanda. Pembuangan itu terjadi pada tahun kisaran tahun 1910-1918. Adapun mereka yang dibuang ketika itu antara lain adalah Andi Baso Lemppulle, Andi Mangile Palempang  Suli (anak Opu To Sappaile), Andi Jusuf Opu Tosibenggareng, Andi Renreng Opu Toppemanu (anak Opu To Sappile), Opu Tomusu, Lopi Pong Timbang, Sempo, Pong Simpin, Opu To Parombeang, Opu Tolane, Andi Pandangai Opu Daeng Tallesang.

Di antara mereka yang dibuang tersebut, beberapa diantaranya masih dapat kembali ke Luwu, seperti Andi Yusuf Opu Tosibenggareng, Andi Pandangai Opu Daeng Tallesang dan Sempo. Dalam pembuangannya  tersebut Opu Tosappaile sempat menikah dengan wanita suku Jawa dan Mempunyai keturunan.

2 thoughts on “Opsal, Opu To Sappaile

  1. Salam kenal pak zulham, makasi atas tulisannya mengenai opu to sappaile, saya mau tanyakan tentang keturunan opu to sappaile, yg namanya Andi Sessu opu to hamdana, soalnya dalam blog anda, tdk ada nama tersebut, tks

    • Salam kenal… Untuk keturunan Opsal bisa menghubungi Apotek Palopo di Jl Opsal (samping Opsal Plaza)… Cucu2nya katanya bermukim disitu… Terima kasih sdh berkunjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s