Citra Palopo: Durian, Kapurung & Labombo?

Foto by AntaraApa yang ada di benak warga Sulsel tentang Palopo? Jika kita bertanya demikian, sebagian besar akan menjawab: Durian! Di tempat kedua, ada yang menjawab Kapurung dan ada pula beberapa yang menyebut kemolekan cewek-cewek Labombo. Inilah image atau citra Palopo! Ia terbentuk atau berasosiasi di alam bawah sadar masyarakat tentang sebuah kota.

Sebuah kota membutuhkan citra karena 2 alasan, yakni karena alasan ekonomi dan alasan politik. Sebagai entitas ekonomi, sebuah kota harus mampu menarik investor dan pelaku bisnis masuk untuk berusaha dan menanamkan modalnya. Di lain pihak, sebuah kota juga harus mampu menarik wisatawan untuk datang berkunjung, menginap dan berbelanja. Sebagai entitas politik, kota memang harus melakukan diplomasi publik untuk mendukung promosi produk dan jasa yang dihasilkannya. Di samping itu, kota juga harus mampu mempertegas identitas dan jatidiri masyarakatnya.

Kota dengan citra positif akan lebih diperhitungkan dalam konteks persaingan dengan kota lainnya. Dalam MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) misalnya, kota harus memenangkan persaingan untuk mendapatkan sumber daya seperti uang, orang, pekerjaan dan pula perhatian. Tujuan tersebut akan lebih mudah dicapai jika Kota Palopo memiliki citra positif yang kuat, karena ia menjadi sebuah jaminan bagi pelaku bisnis dan investor serta turis akan kepastian atas kebutuhannya.

Dalam kajian ekonomi, kita mengenal County Of Origin Effect (COO Effect/efek negara asal). Efek COO menyatakan bahwa produk dari negara tertentu memiliki citra yang lebih baik dan asosiasi yang lebih kuat dalam arti positif. Asosiasi ini terbangun berkat citra yang dimiliki tempat, baik itu negara, region atau kota (Yananda, 2014). Singkatnya, ada keterkaitan antara tempat dengan produk. Mesin terbaik buatan Jerman atau Jepang, jam tangan terbaik berasal dari Switzerland, dodol terbaik berasal dari Garut, dan beras paling mantap berasal dari Cianjur. Namun demikian, untuk beras Cianjur, sejumlah besar komoditi yang ada di Cianjur justru didatangkan dari daerah penghasil beras lain untuk sekadar mendapatkan label beras Cianjur. Nah inilah gejala yang menunjukkan betapa citra sebuah kota mampu menjadi pengungkit bagi citra produk yang terkait dengan kota tersebut.

Seperti beras Cianjur, Durian Palopo mengalami hal tersebut. Durian yang ada di Kota Palopo dipasok dari beberapa wilayah dari Tana Luwu dan diberi label Durian Palopo. Hal itu karena image Durian Palopo telah memiliki citra positif di benak konsumen. Efek COO pada prinsipnya bekerja secara alamiah. Mengapa? Karena kebanyakan orang merupakan cognitive misers, atau mengandalkan jalan pintas secara mental untuk mengambil keputusan (mental shortcut). Kapurung demikian halnya. Dalam top mind konsumen, kapurung Palopo-lah yang terbaik. Alhasil, warung-warung kapurung berlabel Palopo, laris manis di wilayah Makassar. Tak ada yang berani memberi label Kapurung Belopa, Kapurung Malili atau Kapurung Masamba. Mengapa? Sekali lagi, ini berhubungan dengan citra Palopo yang melekat sebagai kota dengan citarasa kapurung terbaik.

Bagaimana dengan Labombo? Memang, jika iseng-iseng bertanya kepada teman dari luar Palopo, salahsatu image yang terbangun adalah Labombo! Kata ini berasosiasi dengan tempat hiburan malam-nya, bukan pantai-nya. Asosiasi yang muncul di benak masyarakat tentang suatu kota tidak pernah dianggap salah. Citra sebuah kota adalah kumpulan skema yang digunakan sebagai jalan pintas proses informasi dan pengambilan keputusan oleh konsumen atau pengguna fasilitas kota. Bila sebuah citra telah terbentuk, maka akan sulit untuk mengubahnya. Cara mengubah citra bukanlah dengan menghapus citra lama. Kotler (2002) mengatakan perubahan citra hanya dapat dilakukan dengan menambah asosiasi baru yang lebih kuat dan positif dari asosiasi yang ada sebelumnya.

Nah, menyambut MEA 2015 ke depan, Palopo sejatinya memformulasi citra kotanya. Palopo ingin diasosiasikan dengan apa? Apakah ingin meningkatkan citra durian, kapurung atau Labombo? Tentu hal itu akan menjadi kajian yang amat menarik nantinya. Pada akhirnya, ia akan menjadi identitas bagi kota ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s