Mengapa Harus Kartini?

Sudahlah… Dia memang wanita Jawa, tapi dia Perempuan Indonesia juga. Ia hanya simbol perjuangan perempuan Indonesia. Dan perjuangan itu tidak hanya melalui moncong senjata, bukan pula sekadar gerakan politik. Saat Anda masih mempertanyakan mengapa harus Kartini, pada saat yang sama Anda telah mereduksi makna nasionalisme.

Negara ini dibangun dengan konsensus. Dan, Kartini sudah menjadi konsensus para pendahulu. Dan tahukah anda para pendahulu-pendahulu kita itu? Mereka yang merasakan getirnya penjajahan. Yang bertaruh nyawa, bercucur keringat, berkorban harta dan memutar otak. Merekalah generasi awal-awal Pancasila. Yang keputusannya selalu berhikmat pada Bhinneka Tunggal Ika.

Kartini hanya simbol. Sekali lagi, hanya simbol. Ia merepresentasikan ribuan perempuan-wanita Indonesia lain di belahan nusantara ini, yang juga berjuang bagi negara dan bangsa ini.

So, usah berdebat lagi… Indonesia punya banyak suku, tapi kita sepakat bahasanya adalah Bahasa Indonesia— yang merupakan turunan Melayu—sebagai simbol pemersatu. Negeri ini memang penuh dengan wanita-perempuan pejuang, tapi kita sepakat menjadikan Kartini—yang turunan Jawa— sebagai simbol perjuangannya…

Selamat Hari Kartini…

Palopo, 21 April 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s