Helicopter View

Kadang, perdebatan terjadi karena dua orang berbeda sudut pandang dalam melihat sesuatu. Kita kerapkali melihat suatu obyek dari perspektif yang horizontal, datar dan sempit. Padahal, untuk mendudukkan suatu fenomena menjadi lebih utuh, kita perlu sudut pandang yang lebih luas. Dalam menghasilkan citra yang lebih komprehensif, helicopter view diperlukan oleh setiap orang.

Helicopter view pada prinsipnya adalah melihat suatu masalah secara sistem. Metode ini layaknya kita naik helikopter, dan melihat ke bumi dari atas. Atau yang lagi hits, anda menerbangkan drone dan memelototi layar remote control untuk melihat konsentrasi bangunan, hamparan tanah atau genangan air. Dari citra yang diperoleh, akan selalu nampak bahwa suatu bagian kecil yang mengkonstruksi sebuah permasalahan, biasanya dipengaruhi oleh fenomena lain di sisi yang berbeda.

Olehnya itu, untuk menghindari debat kusir yang tanpa ujung, cobalah meninggikan sedikit ‘posisi’ Anda. Lihatlah masalah dari sudut pandang yang lebih tinggi, luas dan beragam. Dari situ, Anda akan memperoleh kesadaran, bahwa hidup tidak hanya tentang diri Anda sendiri.

Melihat Andi Djemma di Taman Swimbath

Kita akhirnya bisa menyaksikan wajah Andi Djemma dalam rupa 3 dimensinya. Pagi tadi, bersamaan dengan peresmian Taman Swimbath Latuppa, patung Datu Luwu Ke-35 ini akhirnya dipajang di sana. Patungnya terbuat dari beton, berlapis cat warna perunggu karya Jendrik Pasassan, seniman asal Makassar. Ia tampak mengenakan jas tutup dengan hiasan jam saku di sebelah kirinya.

Selain di Taman Swimbath Latuppa, patung Andi Djemma juga hadir di Anjungan Pantai Losari. Sayangnya, pahlawan nasional ini berada paling ujung, di deretan para “pahlawan” Sulsel tersebut. Untuk melihat dengan lebih detail, Anda harus berjalan lebih jauh ke arah timur.

Demikianlah mungkin, mengapa posisi patungnya di taman Swimbath Latuppa berada paling depan. Ia memunggungi Ir. Soekarno dan Opu Daeng Risadju yang juga hadir di sana. Ia ingin lebih ditonjolkan di taman senilai 4,3 Miliar ini.

Andi Djemma adalah pahlawan sebenar-benarnya. Dari sejarah kita membaca kiprahnya, meninggalkan istana dan masuk hutan bersama pasukan, gerilya menghadapi penjajah. Di pergaulan raja-raja Nusantara, ia bahkan menggagas komitmen setia berdiri di belakang Proklamasi 1945. Takhtanya ia serahkan kepada republik. Dan, tak banyak yang tahu, bahwa akhir hayat Andi Djemma berakhir dalam kesederhanaan. Ia hanya menumpang di rumah mertuanya di Bongaya, Makassar.

Tujuh puluh satu tahun sudah, kita hidup dalam suasana kemerdekaan. Zwembad yang dibangun oleh Belanda, kini telah berganti nama menjadi Kolam Renang Swimbath dalam arti yang sama. Andi Djemma telah dimakamkan di TMP Panaikang dan kisahnya ditulis dalam berbagai buku. Kita yang hidup saat ini hanya bisa mengingat-ingat namanya dari patung, jalan dan bandara yang hanya ada di wilayah Tana Luwu. Sayangnya, tak satupun dari kita, dan lebih-lebih pemimpin kita, setia dengan jalan hidup yang dipilih Andi Djemma. Hidup sederhana, dengan prinsip keadilan, kejujuran, kebenaran dan ketegasan.

Saudara, dari patungnya di Taman Swimbath ini, Andi Djemma mengirim pesan kepada kita. Andi Djemma memang sudah mati dalam kemerdekaannya, tapi masih berjuang mengajarkan empat prinsip tadi: adele, lempu, tongeng dan getteng.

Duhai warga Palopo, wahai para pemimpin, banyak-banyaklah belajar sejarah!

 

Palopo, 10 September 2016

Fitnah Wanita

Siang ini, khatib KH Zainuddin Samide memberi banyak nasihat di Masjid Agung Luwu Palopo (MALP). Mengenakan jas hitam yang 47 kali ia betulkan letaknya, pak kiyai mengungkapkan bahwa salah satu tanda akhir zaman adalah hilangnya rasa malu para wanita. Tema khutbahnya memang seputar itu, kondisi umat akhir zaman. Ia menyampaikannya selama kurang lebih 18 menit.

Kemarin, Plt. Sekda Palopo juga menyampaikan keresahannya tentang gadis-gadis remaja kita. Saat membuka pelatihan fasilitator kesehatan reproduksi remaja di salah satu hotel di bilangan Pongsimpin sana, ia mengangkat fenomena wanita-wanita muda yang sering mangkal di Lapangan Pancasila. Tadi malam, saya betul-betul menyaksikan itu. Selepas mengantar istri dari dokter. Di tepi lapangan, mereka berpakaian minim, penuh pupur, dan bersolek gincu. Saat itu, saya ingat kata-kata Plt Sekda kemarin. Katanya, hanya ‘lelaki bodoh’ yang tidak terpikat untuk memerkosanya.

Saudaraku para lelaki, dunia memang makin menua. Zaman makin renta. Wanita kini jadi fitnah. Namun, sekejam-kejamnya fitnah itu, jangan sampai Anda hilang rasa terhadapnya. Karena, lebih beradab mencintai wanita, daripada menyayangi sesama pria.

Selamat menjemput akhir pekan, para lelaki akhir zaman!

Palopo 3.0

Aplikasi Explore Palopo

Aplikasi Explore Palopo

Sepanjang pekan ini, kita disuguhi berita-berita penuh optimisme tentang Palopo. Mulai dari launching IMB online oleh Distarcip, target pelayanan perizinan online di November mendatang, dan terakhir peresmian operasionalisasi Sistem SIPARAPE oleh Dinas Pendidikan. Rentetan pencapaian Pemkot ini seakan meneguhkan hadirnya wajah baru kota ini, yaitu: Palopo 3.0

Sistem Informasi Pemantauan Pembelajaran dan Prestasi Belajar (SIPARAPE), misalnya. Inovasi Dinas Pendidikan ini memberikan fitur yang mampu mendeteksi kehadiran dan bahkan nilai ujian harian pelajar-pelajar Palopo. Orang tua siswa tinggal memantau prestasi dan tugas rumah anaknya melalui smartphone.

Setahun sebelum SIPARAPE, Dinas Pendidikan juga telah menyelenggarakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online. Sistem ini menghilangkan potensi kongkalikong dalam penerimaan siswa baru yang selama ini menjadi momok bagi sekolah-sekolah favorit.

Di penataan ruang dan pemukiman hadir IMB online. Semangat IMB online adalah untuk mengurangi frekuensi tatap muka antara aparat perizinan dengan warga yang ingin membangun (yang biasanya rawan terjadi praktik perjokian).

Di bidang perencanaan pembangunan, Palopo juga kini memiliki e-musrenbang. Aplikasi ini memungkinkan partisipasi aktif warga Palopo dalam mengontrol usulan-usulan pembangunan. Dan yang sementara disusun, sistem perizinan secara elektronik oleh BPMPPT yang ditarget selesai November 2016.

Palopo dengan Generasi Baru

Palopo 3.0 adalah generasi baru dari kota ini yang ditandai dengan Baca lebih lanjut

MI DDI 1 Palopo

Madrasah Ibtidaiyah Darud Dawah wal Irsyad (MI DDI) 1 Palopo. Berada di Jalan Datok Sulaiman, Lingkungan Mangarabombang, Kecamatan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo.

Merupakan salah satu sekolah tua di Palopo. Di awal-awal 1930, dahulu disebut Sekolah Arab. Pada tahun 1947 berubah nama menjadi Madrasah Arabiah Islamiah. Sekolah ini menjadi warisan dari tangan dingin Ulama Besar Sulsel, KH Ambo Dalle, tokoh yang dikenal banyak membesarkan lembaga pendidikan Islam di Sulsel. Alumninya tersebar bukan hanya menjadi ulama-ulama kampung, namun pula cendekiawan-cendekiawan Muslim.

Pagi ini, Tim Kelas Inspirasi Palopo hadir di madrasah ini. Berbagi cerita dengan siswa-siswinya yang memiliki latar belakang keluarga sebagai nelayan, ojek motor dan buruh Pasar Andi Tadda.

Senyum mereka sumringah kedatangan ‘guru baru’. Mereka penasaran dengan ilmu apakah yang bakal mereka dapatkan dari ‘orang-orang asing’ ini.

Hari ini, Relawan Kelas Inspirasi berbagi tentang pentingnya pendidikan sebagai jembatan kesuksesan. Untuk itu, dalam meraih mimpi dan cita-cita, harus ada nilai-nilai kejujuran, kerja keras, pantang menyerah dan kemandirian. Nilai-nilai yang kita semua paham, namun kadang lupa untuk dilaksanakan. Para relawan, tadi pagi mengingatkan nilai itu kepada siswa-siswi di MI DDI 1 Palopo.

Mereka mungkin adalah anak dari seorang nelayan miskin, ojek motor sederhana atau buruh pasar melarat, namun di Kelas Inspirasi, para relawan menerobos belenngu-belenggu itu. Mereka membangun mimpi, mendorong motivasi dan memicu inspirasi mereka. Siswa-siswi ini punya hak atas masa depan yang cemerlang. Dan tanggung jawab mengantarkan mereka bukan hanya di pundak para guru dan tenaga kependidikan. Ketika anda telah menikmati kemerdekaan dan telah menikmati hasil pendidikan, tanggung jawab itu telah berada di pundak anda pula. Dan untuk itulah, relawan Kelas Inspirasi hadir, yakni melunasi janji kemerdekaan bangsa ini: ikut mencerdaskan kehidupan bangsa…

Palopo, 3 Mei 2016