Republik Aneh

Aneh, betul-betul aneh republik ini. Apakah iya, Soekarno waktu baca proklamasi gak baca basmalah, sehingga hal-hal aneh kerap kali hadir menghias perjalanan bangsa ini? Aneh…

 

Aneh, mahasiswa demonstrasi menentang BBM, saya yakin ini idealisme dan bukan ditunggangi, tapi sayang ujung-ujungnya anarkis. Bingung saya lihatnya. Mungkin musabab stres dengan tugas kuliah, makanya anarkis. Jujur saja, seandainya saya masih berada di tengah teman-teman kuliah yang dulu (bukan yang sekarang), hampir 100 persen saya memastikan berada di antara mereka, ikut demo dan (mungkin) jadi oratornya. Dengan catatan misi damai tanpa kekerasan tentunya. BBM otomatis menaikkan biaya transportasi mahasiswa macam saya. Tentu ini sangat berat, apalagi saya yang doyan jalan-jalan sore sampai malam.

 

Aneh-aneh saja mahasiswa sekarang. Diberi bantuan kuliah kok malah nolak? Kalau saya, hampir pasti saya yang pertama mencari akses untuk mendapatkannya. Betul, bahwa ini adalah semacam ’suap’ SBY buat mahasiswa, tapi aliran saya hampir sama dengan Gus Dur, Gitu Aja Kok Repot, ambil duitnya lalu tetap demo kebijakannya! Ya kan?

 

Lebih bingung lagi, ada ustad yang ke-preman-preman-an atau (mungkin) preman berjubah  yang menghadiahi bogem gratis di Hari Lahir Pancasila Baca lebih lanjut