12 Tahun Palopo, 12 Bulan JA

Ada berbagai macam terobosan dan pendekatan baru yang dilakukan Pemerintah Kota Palopo setahun belakangan ini. Mulai dari penghapusan iuran wajib Komite Sekolah, hingga penerbitan dokumen kependudukan yang tanpa biaya administrasi. Mulai dari pendekatan diskusi, hingga mencoba menciptakan calon-calon musisi.

Inilah wajah Palopo di usianya yang ke 12 tahun. Bertepatan dengan itu, momentum ini juga kita peringati sebagai 12 bulan pemerintahan HM Judas Amir-Akhmad Syarifuddin (JA). Banyak capaian positif yang diraih, dan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Dua belas bulan masih sangat singkat untuk mewujudkan semua ide dan visi perubahan.

Palopo memang tidak serta merta hadir menjadi sebuah komunitas urban yang maju. Eksistensi masyarakat yang mendiami Palopo, paling tidak sudah ada sejak abad ke 17 dengan bukti Masjid Jami Tua sebagai monumennya. Masyarakat mengalami proses mengkota, yang dari tahun ke tahun semakin memperlihatkan ciri modernitasnya.

Mengelola Kelas Menengah ke Bawah
Palopo mengalami evolusi dan mengalami arus besar urbanisasi beberapa tahun ini. Peningkatan status menjadi kota otonom menjadi faktor besar terhadap gejala tersebut. Kini, Palopo telah menampung 152 ribu jiwa warga. Hal ini berarti sejak 2005, penduduk Kota Palopo telah bertambah sebanyak 25 ribu jiwa. Jika mau dikomparasikan, jumlah pertambahan penduduk sejak 2006 itu hampir sama dengan jumlah penduduk di Kecamatan Bara saat ini.

Pertambahan jumlah penduduk tersebut memberi dinamika tersendiri kepada kehidupan urban di Palopo. Seiring dengan makin bergairahnya perekonomian di Palopo, lahir pula kelas menengah baru. Kelas menengah baru inilah yang meningkatkan permintaan konsumsi barang dan jasa di Palopo. Mereka juga bekerja pada sektor itu—sektor perdagangan dan jasa, yang kini menjadi motor penggerak PDRB Kota Palopo.

Tantangan yang masih dihadapi saat ini memang masih adanya fakir miskin yang mencapai 6 persen dari total penduduk. Pemerintah Kota Palopo berusaha mengelola kelas menengah ke bawah ini dengan baik. Hal ini penting, agar kelas menengah baru setidaknya mampu survive, dan masyarakat ekonomi lemah keluar dari perangkap kemiskinan. Oleh karena itu, berbagai program yang berorientasi pada penanggulangan kemiskinan digelontorkan. Sebut misalnya program kesehatan dan pendidikan gratis paripurna. Selain itu, ada pula pembukaan lapangan kerja baru melalui diklat kecakapan hidup melalui KHILAN dan diklat kepelautan.

Pemerintah Kota Palopo sadar bahwa untuk menanggulangi kemiskinan, maka kemudahan akses pendidikan dan kesehatan mutlak diwujudkan. Program pendidikan gratis paripurna menjadi jawaban atas permasalah itu. Demikian pula dengan program kesehatan gratis. Dua program andalan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat miskin kita agar tidak terlalu berat. Dengan demikian, maka perangkap kemiskinan yang masih dialami 9000 lebih masyarakat Kota Palopo dapat segera terselesaikan.

Membangun dengan Diskusi
Dalam satu tahun terakhir, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir tak terhitung lagi berapa kali menghadiri acara dialog dan seminar. Hal itu dilakukannya karena platform pembangunan Kota Palopo telah diarahkannya dengan pendekatan diskusi-implementatif.

Hasilnya, ada berbagai macam permasalahan yang muncul ke permukaan. Identifikasi masalah di akar rumput terpetakan dengan jelas. Dan kadang, solusi praktis langsung terjawab disitu. Komitmen wali kota dengan diskusi juga terlihat dengan kerapkali bertandang di warung kopi. Di sana, Wali Kota Palopo menggali isu sembari meluruskan berita-berita yang keliru, yang sering berseliweran di warung kopi. HM Judas Amir menyebut berita keliru itu sebagai berita yang ‘tak utuh’. Dia ingin menjadi narasumber pertama bagi pengunjung warung-warung kopi. Di tempat itulah, semua pertanyaan para ‘parlemen jalanan’ kerap terjawab dengan clear dan ‘utuh’.

Kedekatan Wali Kota Palopo juga amat terlihat dengan para insan pers. Sudah sekitar 5 kali, wali kota menggelar jumpa pers dengan para awak media. Isunya beragam, mulai dari penangangan proyek, kesehatan gratis hingga sampai kasus video porno. Semua dijelaskan wali kota dengan amat cair melalui gaya bahasa Palopo ‘selatanan’ yang kental. Wajar jika insan pers memang menjadi sahabat dan mendapat perhatian wali kota. Menurut penuturan pribadi wali kota, dirinya adalah bagian dari dunia kewartawanan.

Kecepatan dan keterbukaan akses terhadap pemerintahan memang menjadi atensi besar Pemerintah Kota Palopo. Implementasi dari atensi ini ialah dengan dibukanya Saoktae pada pukul 08.00 sampai dengan 09.00 wita setiap paginya. Warga dapat bertemu dengan wali kota, dan bisa menyampaikan pendapatnya langsung kepada wali kota. Selain itu, wali kota juga menginstruksikan untuk membuka akun informasi pelayanan publik Pemerintah Kota Palopo di media sosial. Sebagai implementasinya, lahirlah akun twitter @HumasPalopo dan fanpage HUMAS PEMKOT PALOPO di laman facebook.

Menggairahkan Investasi & Kewirausahaan
Keterbukaan, kedekatan dan makin bersahabatnya Pemerintah Kota Palopo dengan masyarakat ini kemudian diikuti dengan kepercayaan dunia usaha atas penyelenggaraan pemerintahan di Kota Palopo. Inilah yang membentuk iklim investasi yang kondusif di Palopo. Indikasi ini bisa dilihat dengan makin bertumbuhnya investasi di sektor swasta yang mencapai angka Rp 164 Miliar di akhir tahun 2013. Perizinan yang mudah melalui Kantor Pelayanan Terpadu dan Badan Penanaman Modal Daerah juga adalah faktor kunci dalam pencapaian tersebut.

Investasi yang terus bertumbuh ini mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 8,8 persen di tahun 2013. Sektor perdagangan menjadi motor penggerak ekonomi Kota Palopo. Investasi yang semakin bertambah dan pertumbuhan ekonomi yang semakin positif tentu liniear dengan terbukanya lapangan-lapangan pekerjaan yang baru. Dengan tertekannya angka pengangguran yang selama ini masih ada di Kota Palopo, maka hal itu tentu meningkatkan pendapatan masyarakat. Muara dari semua ini adalah dengan berkurangnya kemiskinan di Kota Palopo.

Berbagai program pengentasan kemiskinan memang patut untuk didukung. KHILAN misalnya. Program ini telah mencetak 1000 wirausahawan baru di Kota Palopo. Pemberdayaan masyarakat yang didominasi perempuan ini memang mujarab meningkatkan produktifitas masyarakat. Program-program inilah yang menjadikan Pemerintah Kota Palopo kian dekat dengan masyarakatnya. Dengan kedekatan itu, maka dukungan yang besar untuk mewujudkan visi Palopo yang lebih maju sangat diharapkan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami tunggu peranserta warga Kota Palopo. Marilah ikut menjadi bagian dari ikhtiar besar ini…

Membedah Visi Ekonomi Cawalkot Palopo

surat suaraHampir di setiap pemilihan umum, visi ekonomi calon kepala daerah selalu menarik untuk dikaji. Visi ekonomi sangat penting, karena sektor ini bersinggungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya itu, konsep ekonomi yang ditawarkan para kandidat, akan menjadi acuan kebijakan bagi pelaku usaha. Visi ekonomi para calon Wali Kota Palopo sejatinya mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Palopo dewasa ini. Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 8,16 persen, hal itu tidak serta merta menjamin bahwa perekonomian kita berjalan ‘on the right track’. Dengan pertumbuhan yang relatif tinggi ini, ternyata persentase penduduk miskin masih berada pada level dua digit. Selain problem kemiskinan, masih terdapat beberapa pekerjaan rumah yang menunggu kepala daerah selanjutnya, pasca kepemimpinan Wali Kota Tenriadjeng.

Hal ini bisa dilihat dari indikator kinerja beberapa sektor yang mengalami penurunan. Sebutlah misalnya sektor Baca lebih lanjut

Peluang Ekonomi Kreatif di Palopo

Pernahkah anda menonton pertunjukan teater dengan lakon cerita Sawerigading atau I La Galigo di kota ini? Kalau tidak, berarti ada satu peluang ekonomi gelombang keempat (setelah ekonomi pertanian, industry dan informasi) yang luput untuk kita kembangkan. Olehnya itu, saat ini marilah kita bicara tentang ekonomi kreatif, yang mengakomodir peluang meraup keuntungan dari warisan budaya kita sendiri itu.


Keunikan budaya Indonesia saat ini menjadi modal besar untuk pengembangan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif merupakan kajian system ekonomi kontemporer yang pada perkembangannya membuat industry-industri yang berbasis kreatifitas, talenta atau keterampilan. Oleh karena diyakini mampu menciptakan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan, maka Presiden SBY pun gencar mengampanyekan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia sejak medio 2007 lalu.


Pemerintah sebenarnya agak lelet menginsyafi akan besarnya potensi ekonomi kreatif di negeri ini. Kita baru sadar ketika motif perhiasan perak Bali nyaris dicaplok pengusaha Kanada, Kopi Gayo dan Kopi Toraja yang dipatenkan oleh Belanda, batik diakui sebagai warisan budaya Malaysia, dan bahkan Teater La Galigo yang dibawakan oleh orang Amerika. Sebenarnya, bukan hal-hal tentang budaya saja yang masuk sector industry kreatif. Paling tidak, ada 14 sektor-sektor kreatif seperti periklanan; arsitektur; pasar seni dan barang antic; kerajinan; disain; fesyen; video-film-fotografi; permainan interaktif; music; seni pertunjukan; penerbitan & percetakan; layanan komputer dan piranti lunak; televisi & radio; sera riset dan pengembangan (R&D), yang menjadi focus pengembangan di Indonesia. Konon, sector-sektor tersebut mampu menyerap 5,4 juta pekerja dengan tingkat pertumbuhan sebesar 17,6 persen di tahun 2006.


Tawaran Agenda

Lantas, agenda apa yang perlu menjadi perhatian kita? Mari tinggalkan sejenak konsep-kosep bias tentang ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi tema pidato, sambutan bahkan kampanye pejabat-pejabat kita. Untuk masuk ke area ekonomi kreatif local, atau industry kreatif di Palopo, perlu disadari bahwa saat ini memang telah terjadi pergeseran orientasi ekonomi dari pertanian-industri-informasi ke fenomena ekonomi berbasis ide atau kreatifitas. Generasi baru pelaku kreatifitas di Palopo, tanpa disadari telah lahir dan Baca lebih lanjut

Properti di Palopo: Over Supply dan Ancaman NPL

Sepanjang tahun ini, salahsatu bidang bisnis yang paling gencar mengedukasi masyarakat adalah bisnis properti. Mari lihat acara di MetroTV, Trans7, TPI dan TransTV di akhir pekan, hampir seragam, kalau bukan acara masak-memasak, pastilah acara promosi-promosian apartemen, ruko, hunian rumah, superblock bahkan sampai kompleks pemakaman mewah!

Penurunan BI rate yang terjadi sejak akhir 2007 lalu (yang sekarang balik lagi naik), memang memberi rangsangan kepada bisnis-bisnis properti ini. Di samping itu, kenaikan harga komoditas pertanian dan pertambangan konon menyebabkan meningkatnya konsumsi masyarakat, termasuk permintaan properti. Memang, untuk melihat perkembangan ekonomi suatu daerah, salahsatu indikator sederhananya adalah dengan melihat konsumsi semen dan kendaraan bermotor. Demikian pula di Palopo, fenomena motor baru dan pembangunan hunian dan rumah toko (ruko), memang sangat nyata ditemui dewasa ini.

Namun, yang perlu diperhatikan, khususnya industri property local dan perbankan di Palopo adalah prinsip kehati-hatian sejatinya tetap dijaga. Kompas menuliskan peringatannya agar mewaspadai kredit macet properti. Bisa jadi, ini diinspirasikan oleh malapetaka subprime mortgage di USA, yang diikuti dengan ‘meriangnya’ Meryl Linch dan Lehman Brothers. Namun, saya melihatnya bukan dari sekadar itu saja. Mari buka mata, ada berapa unit property (khususnya ruko dan rukan) yang dibangun di Palopo saat ini, dan ada berapa pula yang telah layu sebelum berkembang? Sebuah rumah kantor Baca lebih lanjut