Error People

Error People

Episode Memoar KKLP STIE Muhammadiyah Palopo

Beberapa waktu lalu, sebelum saya memutuskan ikut keliling Jawa-Bali, saya sempat ngobrol dengan seorang kawan, namanya Randi. Si Randi tahun lalu sudah ikut program KKLP, namun dia milih yang program tidak jalan-jalan (stay di Palopo). Saya sengaja memang menggali informasi dari beliau tentang kegiatan-kegiatan selama KKLP. Setelah cerita kami sudah sampai di ujung, kesimpulannya, dia menyarankan saya untuk lebih baik ikut program yang jalan-jalan. Saya tidak tahu, alas an utamanya. Mungkin karena dia rasa melelahkan di Palopo, makanya dia menyarankan saya untuk ikut program keliling-keliling itu saja, ketimbang stay di Palopo.

Satu hal yang masih saya ingat dari ngorbrol-ngobrol dengan Randi hari itu. Dia bilang: “Disini mi dilihat karakter sebenarnya teman-teman”. Dan hari ini saudara 😀 , dengan bangga saya membenarkan kata-kata rekan saya itu! Selama perjalanan, karakter-karakter itu betul-benar keluar. Tidak dibuat-buat, alami dan natural (alami-natural sama arti kale…). Makanya, saya sebut gado-gado karakter. Semua teramu jadi satu, namun perjalanan asyik-asyik aja tuh!

Ini hanya pendapat pribadi saya saja. Jangan tersinggung bagi yang namanya masuk daftar hitamku berikut ini. Tapi kayaknya, teman-teman yang ikut KKLP 98% ndak sering (atau malah ndak pernah) menjelajah di dunia maya deh J Jadi tak apalah saya sebut nama disini. Hitung-hitung kata dosen Al Islam-ku: issengngi alemu! Nih black list-nya (banyakan dari cowok saja, soalnya cewek-ceweknya agak tidak kelihatan karakternya, karena beda tempat, ya kan…):

Tipikal Mahasiswa Burenk, Ciri-cirinya mungkin seperti ini: kemana-mana nyatet, pulpen dan buku benda paling wajib dibawa. Jangan heran kalau jurnalnya paling lengkap. Tipe ini pantaslah disandang oleh Mr Rm, sang sekretaris angkatan XIV.

Tipikal Jago Protes, ciri-cirinya seperti ini: semua kekurangan panitia dicalla (tapi ngungkapinnya kepada sesama peserta). Makhuk seperti ini sebenarnya bagus, dia juga memberi solusi terhadap masalah. Jadi ndak negative-negatif amat. Orangnya, hmm… mungkin Si Mn.

Tipikal Superman, cirri-cirinya seperti ini: selalu ‘tampil’, ngatur-ngatur atau sok ngatur, sering teriak-teriak sambil matut megaphone, alhasil menjadikan rombongan pusat perhatian orang-orang, seperti Superman saja yang lagi menyelamatkan anak kecil yang hampir jatuh dari lantai 80, semua mata tertuju padanya! Tak salah mungkin saya tulis nama si Tf untuk tipikal ini.

Tipikal Kapujiang, ciri-cirinya: Baca lebih lanjut

KM Tidar: Dari Sunset sampai Mie Celup

KM Tidar: Dari Sunset sampai Mie Celup

Episode Memoar KKLP STIE Muhammadiyah Palopo

Perlahan tapi pasti, sebuah kapal berukuran kecil membuat KM Tidar sore itu beranjak dari dermaga. Sirine isyarat keberangkatan, yang teman-teman bilang miskol canno’ 😀 sedari tadi berbunyi. Pelayaran dimulai jek! Mudahan mengasyikkan…

Ini kali kedua saya numpang Tidar, Makassar-Surabaya. Jam di ponsel menunjukkan pukul lima sore waktu Makassar. Huruf-huruf Port of Makassar, yang tertulis di kantor Pelindo, satu per satu menyatu, kabur, lalu hilang. Waktunya menikmati sunset Selat Makassar.

Karya Rekan Rahmat Amin

Karya Rekan Rahmat Amin

Sebenarnya tidak ada yang terlalu menarik waktu di kapal. Paling sunset saja. Lihat fotonya, indah bukan? Fotonya dari kamera ponsel rekan Rahmat Amin. Waktu itu, dia hampir men-delete musabab dianggap gak terlalu artistik karena ‘buntut’ kapal yang ada lampu-lampu itu ikut masuk. Untung saya sempat meminta dikirimkan, makanya anda bisa menikmati sunset-nya pula! Tapi menurut saya artistic begete…

Sore Hari Antara Makassar-Surabaya

Sore Hari Antara Makassar-Surabaya

Seingat-ingatku, pengalaman menarik memang tidak ada, tapi yang unik waktu di kapal mungkin cuma kejadian-kejadian ini:

Pertama, Baca lebih lanjut