Caleg Kita Bisa(nya Apa?)

Di mana-mana, isu mengenai kurangnya kualitas calon anggota legislative (caleg) kita, akhir-akhir ini makin nyaring terdengar seiring dengan dirilisnya daftar caleg sementara dari KPU. Termasuk pula di blog ini, saya ajak anda semua, mari kita bicara tentang kualitas caleg kita!


Beberapa waktu lalu, Kompas menurunkan berita tentang kehidupan seorang tukang air yang nyaleg di daerahnya. Bukannya mau mendiskreditkan __ arti diskredit apa ya? 😀 __ pekerjaan tukang air (seperti McCain menyebut Joe The Plumber), tapi dengan pengalaman yang hanya jualan air, apa iya nanti beliau mampu memahami masalah-masalah di masyarakat yang begitu kompleks saat ini? Okelah kalau semangatnya ingin merubah citra lembaga legislative yang berbau ‘busuk’ (kayak buah nangka yang over matang). Tapi masalahnya bukan hanya problem moral legislator saja yang lagi ‘error’, tapi lebih luas daripada itu, mereka juga kadang-kadang berada pada Baca lebih lanjut

Head Hunter dan Parpol Baru

Pemilu legislatif tinggal menghitung bulan. Seiring dengan itu, parpol-parpol baru muncul ibarat jamur di musim hujan, yang dibibit orang pula. Tattale’, dan begitu banyak yang tumbuh. Booming dan seakan mengulang sejarah 1999. Seperti di 1999 lalu, hunting pengurus untuk menukangi parpol di tingkat lokal pun menjadi kewajiban untuk dilakukan. Alasannya sederhana, supaya bisa ikut pemilu 2009. Dan sadar atau tidak, hal ini membuka peluang lahirnya politikus baru di daerah.

Parpol baru, mau tidak mau menjadi head hunter dalam proses ini. Head hunter dalam konteks ini adalah pengurus pusat partai (yang baru), memiliki tugas untuk mencari pimpinan partai di tingkat daerah. Ada bagusnya Baca lebih lanjut