Marketing Ayu Tingting

Sudah hapal lagu dangdut yang berjudul Alamat Palsu? Jangan malu-malu. saya mau taruhan, lagu dangdut milik Ayu Tingting itu pasti sudah pernah diputar di handphone atau iPad anda. Sudah hapal? Sekali lagi, jangan malu-malu mengakui. Ponakan saya saja sudah hapal mati partitur-partitur nadanya.

Okelah kalau begitu, mari kita bernyanyi bersama dulu, sebelum kita memasuki kuliah marketing ala tingting.

Kemana Kemana Kemana//Kuharus Mencari Kemana//Kekasih Tercinta Tak Tahu Rimbanya//Lama Tak Datang Ke Rumah///

Oke, cukup saudara-saudara! Ternyata kita lebih bagus diam daripada terus menyanyi. Ini sebenarnya persoalan karakter pita suara dan selera music kita. Dari karakter pita suara, jelaslah sudah bahwa takdir kita dianugerahi Tuhan untuk dapat menyanyi dengan suara yang begitu ancur. Apalagi ditambah dengan selera music yang gak connect antara hati dan genre-nya Ayu Tingting Baca lebih lanjut

Iklan

School Branding

Kalau kita bertanya kepada remaja usia sekolah mengenai sekolah ideal yang bagaimana yang ingin mereka masuki, kita pasti akan mendengar jawaban sekolah yang berkualitas namun tetap gaul. Inilah perilaku konsumen pendidikan kita dewasa ini. Cenderung lebih selektif dalam memilih sekolah sebagai identitasnya. Mereka ingin lebih enjoy namun tetap smart. Olehnya itu, menjadi suatu tuntutan bagi manajemen sekolah, untuk senantiasa menganalisis tren konsumen pendidikan secara mutakhir.

School Branding adalah suatu pencitraan yang mampu mendeskripsikan secara general positioning dan keadaan suatu sekolah. Olehnya itu, di era perkembangan strategi pemasaran yang lagi gencar-gencarnya dewasa ini, bukanlah suatu yang aneh, jika sekolah pun meluncurkan school branding sebagai identitasnya. Dalam dunia pariwisata, kita mengenal Malaysia dengan Tourism Branding-nya yaitu Truly Asia, yang secara nyata mampu meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat Malaysia karena adanya Money Boom dari sektor pelayanan jasa pariwisatanya. Bukannya ingin menyamakan sekolah sebagai profit institution dan cenderung kapitalis, tetapi bukankah Baca lebih lanjut